Tenaga Kesehatan di KSB Diduga Pakai APD Bekas

, Monday, June 01, 2020 WIB Last Updated 2020-06-01T11:07:09Z
Baju hazmat yang bolong, Nakes di KSB di duga menggunakan APD Bekas

Mataram (postkotantb.com)- Alat Pelindung Diri (APD) menjadi peralatan wajib bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas merawat dan memeriksa pasien yang terpapar covid-19. Namun bagaimana bila APD yang dipakai merupakan peralatan yang di pakai nakes merupakan barang bekas.

Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi NTB, para tenaga kesehatan ini di duga menggunakan APD  bekas. Kondisi ini ketahui dari postingan seorang tenaga kesehatan, Abdul Azis, yang bertugas di RS Asyifa Sumbawa Barat mengungkapkan dugaan APD bekas tersebut di media sosial.

Azis mengaku harus membuka masalah ini, apapun resiko yang ia hadapai dalam pekerjaannya nanti.

"Sebab kalau saya diam saja, malah bisa membahayakan kami para tenaga kesehatan, dan juga membahayakan masyarakat umum," kata Azis dalam akun facebook miliknya.

Azis menjelaskan, masalah APD yang diduga bekas pakai itu sudah disampaikan ke pihak penyuplai, dalam hal ini RSUD Sumbawa Barat. Namun belum mendapat respons.

"APD bekas yang diberikan katanya banyak sumbangan dari perusahan ini dan itu," katanya.

Ia kemudian mengupload video APD bekas di media sosial tertanggal 4 Mei 2020, harapannya agar hal ini menjadi perhatian pemerintah setempat.

Hasilnya, tanggal 5 Mei ada kabar rapat bersama yang intinya akan mengganti dengan APD yang baru.

Tapi belum sampai penggantian APD baru, pada 13 Mei, Abdul Azis justru menerima kenyataan kurang enak. Dirinya dipindahkan tugas ke Puskesmas Sekongkang, Sumbawa Barat.

"Tanggal 13 Mei SK mutasi saya keluar. Saya nggak masalah, korban "dibuang" ke pelosok juga tidak apa. Istri saya banyak support, demi kebaikan semuanya, saya dipecat juga nggak masalah. Bagi saya, masih banyak tempat untuk mencari makan, tetapi kalau saya diam membiarkan permainan anggaran di masa pandemi ini, itu yang saya tidak bisa," tegasnya.


Ia berharap masalah ini menjadi atensi serius Gubernur NTB, bahkan Menteri Kesehatan RI di Jakarta. Sebab, perjuangan tenaga medis di daerah penuh resiko dan tantangan. Dalam pendemi corona ini, mereka bukan hanya mengorbankan waktu dan tenaga demi masyarakat. Resiko berjauhan dengan keluarga, bahkan ancaman terpapar hingga kematian juga menjadi resiko terberat dalam tugas mulia saat ini.

Direktur Lombok Global Instutite (Logis) Muhammad Fihiruddin mengaku sangat prihatin dengan kondisi para nakes di Sumbawa Barat.

Melihat keluhan dan dugaan APD bekas itu, Fihir menekankan agar Pemda KSB benar-benar serius menangani pandemi corona saat ini. Terutama dalam menjaga kesejahteraan dan keselamatan para tenaga kesehatan yang nota bene sebagai garda terdepan dalam peperangan melawan corona.

"Ini kabar yang memilukan sekaligus memalukan bagi NTB. Bantuan APD dari Pemerintah Pusat dan Pemprov NTB kan sudah cukup banyak, masak nakes di KSB malah memakai APD bekas pakai?. APD yang standar dan baru saja mereka rawan terpapar, apalagi dengan APD bekas," tegasnya.

Ia menilai, kasus yang saat ini tercatat kecil di KSB diduga membuat Pemda setempat justru santai dan lalai. Akhirnya banyak kebijakan yang diduga tidak mengindahkan anjuran pemerintah pusat dan Provinsi NTB.

"Ya bisa kita lihat, misalnya di KSB tempat ibadah tetap buka, berkerumun dibiarkan malah pernah buka open turnamen dan lain-lain. Maka jangan kaget kalau suatu saat kasus corona ini membludak disana," tukasnya.

Menurut Fihir, alasan kekurangan APD sampai membiarkan nakes menggunakan APD bekas tak masuk di akal.

"Sebab, dari BPBD Provinsi NTB dulu pernah kirimkan 1000 APD lebih, belum lagi dari Dikes NTB dan lainnya. Ini pada kemana?? harus ditelusuri jangan-jangan APD juga diolah-olah di KSB," tegasnya. (RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini