Pemilik Lahan Enclave Kembali Ambil Uang Konsinyasi

Foto lahan mandalika
Foto lahan Mandalika

 Lombok Tengah - (postkotantb.com)-Pendekatan humanis yang dilakukan ITDC bersama tim taktis dan teknis forkopimda terhadap pemilik lahan enclave di area jalan kawasan khusus Mandalika terus membuahkan hasil.  Terbaru dua warga menerima pembayaran konsinyasi melalui Pengadilan Negeri (PN) Praya.

Posisi lahan yang sudah dibayar ini persis berada di tikungan 13. Di titik ini juga akan dibangun saluran utilitas yang membelah jalur lintasan. Dana sebesar sebesar Rp 2.24 miliar diterima dua pemilik lahan itu. Di areal sebelumnya dikuasai empat keluarga.

 “Alhamdulillah, dengan pembebasan dua bidang lahan ini, seluruh jalur utama JKK akan tersambung seratus persen. Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kesediaan warga melepas lahannya,” ungkap Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro, Selasa (11/1).

Luas lahan enclave di area JKK Mandalika mencapai 9,3 hektar yang terdiri dari 43 bidang lahan. Dalam pembebasan lahan tersebut ditetapkan melalui SK Bupati Lombok Tengah sebagai penetapan lokasi satu dan dua.

Satu bidang lahan bersedia dibeli dengan harga  apprasial nonkonsinyasi, satu bidang tanah wakaf masjid bersedia ditukar dan saat ini tengah dibangun Masjid Al-Hakim, dan 8 bidang lahan yang sudah mengambil ganti untung di PN Praya.

Sejak dilakukan pembebasan lahan, jumlah pembayaran yang sudah dilakukan ITDC kepada warga mencapai Rp 15.2 miliar lebih, yang diberikan kepada delapan pemilik lahan.

“Saat ini, hanya tersisa 7 bidang lahan yang belum mengambil pembayaran konsinyasi dari seluruh lahan yang pembayarannya sudah dititipkan di pengadilan. Kami berharap semua warga bersedia menerima pembayaran itu,” terang Vice President Construction and Stakeholder Relations Management ITDC Aris Joko Santoso.

Sementara itu, Kombes Pol Awan Hariono, Ketua Tim Taktis Teknis Penyelesaian Sirkuit Mandalika menjelaskan, ITDC bersama Forkopimda NTB melakukan berbagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan untuk percepatan pembangunan KEK Mandalika.

Dan atas berbagai reaksi warga, tim tetap memerioritaskan edukasi kepada warga agar mendukung pembangunan di KEK Mandalika. Apalagi program ini tidak hanya untuk masyarakat sekitar, tetapi berdampak positif bagi bangsa dan negara.

 “Kami tidak hanya berdialog, tetapi juga melakukan beragam fasilitasi, sesuai yang diinginkan warga,” jelas Awan. (RZ)