Komisi V Komitmen Bantu Ikapeksi NTB

Cetak Ratusan Peserta Magang ke Jepang
 
HEARING: DPD Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (Ikapeksi) NTB melakukan hearing bersama Komisi V DPRD NTB

Mataram (postkotantb.com)- Hearing DPD Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (Ikapeksi) NTB bersama Komisi V DPRD NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, membuahkan hasil.

Jelang akhir pertemuan ini, Komisi V bersama dinas terkait berkomitmen akan memberikan bantuan, demi mendukung program Ikapeksi NTB dalam merekrut peserta yang akan dikirim untuk magang ke Jepang.

"Yang jelas Komisi V memandang upaya  Ikapeksi NTB menjadi solusi memangkas jumlah pengangguran, khususnya dari alumni SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar. Tentunya kami support Ikapeksi NTB," ungkap Wakil Ketua Komisi V,  Lalu Wirajaya, usai Hearing di ruang rapat Komisi V DPRD NTB, Selasa (2/3).

Jika kondisi fiskal dewan memungkinkan, pihaknya akan mengarahkan dana pokir untuk membantu operasional ikatan alumni Jepang tersebut. Soal mekanisme perekrutan dan jumlah peserta, pihaknya akan mengkaji ulang.

"Kalau memang itu baik, peserta magang dapat ilmu dan uang, kami dukung penuh Ikapeksi NTB untuk merekrut sebanyak-banyaknya jumlah peserta magang NTB. Apalagi ke Jepang mereka membawa skill," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dikbud NTB, H. Aidy Furqan berpendapat, program perekrutan membuka peluang kerja bagi masyarakat NTB. Program tersebut selaras dengan strategi Industri, Usaha dan Kerja (IDUKA) yang dilaksanakan sejak 2020 lalu. "Kalau sebelumnya, strategi dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Jadi tidak sampai ke sistim kerja," imbuhnya.

Sebaliknya, dinas tersebut akan semakin termotivasi untuk terus melaksanakan perubahan dalam penyusunan strategi pendidikan sekolah kejuruan. Antara lain penyelarasan kurikulum.

"Penyesuaiannya 50 persen antara kurikulum umum dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Salah satunya industri pariwisata dan lokomotif. Intinya yang penting dibutuhkan oleh dunia kerja," sebutnya.

"Tahun ini, kami juga mengeluarkan kebijakan berupa program Guru Tamu. Kami mempersilahkan guru dari negara luar mengajar di NTB. Ahli hotel silahkan, ahli boga silahkan. Untuk penilaiannya bisa join dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan," sambungnya.

Bagi siswa SMK yang telah lulus akan diberikan sertifikasi profesi dari lembaga sertifikasi profesi I yang ada di sekolah. Kemudian akan dilanjutkan ke sertifikasi profesi II. Ke depan, para alumni SMK yang ingin mendaftar kerja tidak lagi menjalani tes.

"Yang non pendidikan, kami tetap berkomunikasi dengan Disnakertrans untuk memanfaatkan balai latihan kerja (BLK)," jelasnya.

Apresiatif

Kepala Bidang Pengembangan, Ikapeksi NTB, Usmayani memberikan apresiasi terhadap upaya Komisi V dan dinas terkait dalam memberikan solusi demi mendukung program para alumni magang ini. Salah satunya kegiatan perekrutan langsung ke setiap SMK. Solusi tersebut akan menambah peluang Ikapeksi NTB untuk menjaring peserta magang ke Jepang.

"Selama ini dalam hal perekrutan peserta, kami terkendala dengan dana. Memang kami belum mengetahui, berapa jumlah dana yang akan dihibahkan dewan. Tapi dengan adanya bantuan dewan dan dinas terkait akan mempermudah program kami. Teknis anggaranya akan dibahas bersama dinas terkait pada pertemuan selanjutnya," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Ikapeksi NTB, Sukri menegaskan, pihaknya tetap optimis dalam melaksanakan perekrutan peserta kendati masih di tengah kondisi pandemi. Tahun ini saja, Ikapeksi NTB telah menarget 500 peserta yang dipersiapkan untuk magang ke negeri sakura.

"Target jumlah peserta ini masih sedikit, dibandingkan tahun 2002, kami berhasil merekrut sebanyak 2500 peserta yang magang ke Jepang, tanpa bantuan dinas dan dewan. Dengan adanya dukungan seperti ini, kami semakin yakin dan optimis," tutupnya.(RIN)