Komisi II Dalami Proyek Irigasi Tetes di KLU

Ketua Komisi II DPRD NTB, Ridwan Hidayat

Mataram (postkotantb.com)- Ketua Komisi II DPRD NTB, Ridwan Hidayat, mengaku, akan melakukan pendalaman  Soal Proyek Irigasi Tetes di Kabupaten Lombok Utara (KLU). "Hari Kamis pekan ini kami akan turun lapangan,” ungkapnya, dikonfirmasi, Senin (12/4) kemarin.

Diakui, selaku dewan, pihaknya tak mau gegabah menyimpulkan masalah sebelum melakukan pengecekan lapangan. Kendati, ada sejumlah pihak menilai, proyek yang menelan dana sekitar Rp. 19 miliar itu, gagal, sejak awal perencanaan.

“Kita tidak boleh menvonis sesuatu yang belum kita rekam secara komprehensif,” cetusnya.

Karena, poin penting atas program irigasi itu, yakni, sejauh mana fungsi program tersebut, sekaligus azas kemanfaatan terhadap penambahan hasil panen para petani.

Ditegaskan, pada prinsipnya, Komisi II tetap melihat wacana itu menjadi salah satu persoalan yang perlu diawasi. Dengan catatan, tidak terlalu cepat menyimpulkan, sebelum mengetahui lebih detail kejadiannya.

"Sebelum mengetahui lebih detail kejadiannya seperti apa, jangan menduga-duga. Untuk sementara jawaban dari Dinas Pertanian yang kami terima, infonya sudah sesuai dengan pertanyaan. Tapi kami masih mempertanyakan. Sebab belum bisa berfungsi maksimal," bebernya.

anggota Komisi II DPRD NTB, Khairul Warisin
Dalam tinjauan ke lapangan, Komisi II akan turun bersama Distambun, Camat setempat termasuk juga akan mengundang pemdes dan masyarakat. ”Apakah irigasi tetes ini berikan manfaat atau tindak. Yang pasti Komisi II tidak mau hanya mendengar cerita,” jelasnya.

Senada disampaikan anggota Komisi II DPRD NTB, Khairul Warisin. Menurutnya, setelah proyek tersebut selesai, tidak boleh ada panen dalam satu kali. Jika kondisinya masih sama, kendala pemanfaatan terletak pada mesin irigasi tetes yang tidak berfungsi dengan baik.

"Jauh-jauh hari saya sudah turun dan Saat itu mengatasnamakan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA). Bukan dewan," cetusnya.

Dia menyebut beberapa catatan sekaligus rekomendasi KTNA. Pertama, para petani harus banyak memakai pupuk organik. Kedua, terkait dataran tempat menanam. Di sebagian lahan, masih terdapat tanah dengan kondisi dataran yang tidak rata.

Adanya proyek Irigasi tetes, bertujuan agar proses pengairan tanaman bisa maksimal merata. “Rekom itu kami sudah sampaikan ke petani setempat saat itu,” tandasnya.(RIN)