Irjen Kementan RI, Tinjau Pengembangan Kampung Walet di Desa Kateng

BUDI DAYA SARANG BURUNG WALET ; Irjen Kementrian dan rombongan saat berada di perkampungan  di Desa Kateng kecamatan Praya Barat Loteng


Loteng (Postkotantb.com)- Beberapa hari lalu, Tim Inspe ktorat Jendral (irjen) Wilayah IV dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengunjungi pengembangan kampung walet milik Ading Walet di Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng).

Lalu Buntaran memaparkan, Strategi dalam penanganan permasalahan terbatasnya populasi burung walet dikarenakan semakin berkembangnya rumah-rumah walet khususnya di kawasan NTB.

Strategi tersebut jelasnya, salah satunya adalah penggunaan standarisasi aturan yang ketat dalam proses panen sarang burung walet, dimana sarang burung walet yang boleh di panen adalah yang sudah berbentuk mangkok sempurna alias sudah terbebtuk.

"Berbentuk mangkok atau sempurna, baru bisa kita panen, jika ada telur burung waletnya maka harus ditunggu minimal 25 hari setelah anak burung walet baru tersebut bisa terbang," katanya.

Dengan strategi ini, ada dua keuntungan yang akan diperoleh, pertama, dapat memanfaatkan sarangnya dan dapat membantu perkembangbiakan burung walet itu sendiri demi kelangsungan spesies di masa mendatang.

"Mana kita dapatkan sarangnya, dan spesies perkembangbiakannya juga terjaga," Ungkapnya.

Alhasil dari kunjungan tersebut lanjutnya, Kementerian Pertanian pusat siap mendukung dan mengawal rencana pengambangan kampung walet di desa Kateng Loteng.

Pihak kemebtrian siap membantu, guna memupuk kembali  kualitas maupun jumlah kapasitas export sarang burung walet yang sebelumnya sempat lesu.

Tidak hanya itu, pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian juga mendukung salah satu misi dari Ading Walet Grup, yakni menghadirkan produk olahan dari sarang burung walet yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia khususnya di NTB.

"Seperti biasanya siapapun tamu yang datang, selalu kita hidangkan  minuman herbal walet, kopi walet, bubur walet, dan produk lainnya yang merupakan produk hasil olahan langsung dari Ading Walet Group selaku perusahaan yang meninisiasi rencana pembangunan Kampung Walet ini," tutupnya. (Sakti/net)