Lalu Syahdi, Madrasah Sebagai Salah Satu Pencetak Generasi Qur'ani

Kepala MAN 1 Loteng Lalu Syahdi

Lombok Tengah (postkotantb.com) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Lombok Tengah (Loteng), adalah merupakan salah satu corong lembaga pendidikan yang apliasinya, mencetak generasi penerus yang ahli dibidang agama dan umum. Sehingga  madrasah dibawah binaan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, harus terus berjibaku serta berinovasi sesuai tuntutan zaman saat ini dan kedepannya.

Dan mau tidak mau harus siap mencetak kader qur'ani, sebagai garda terdepan dalam menghadapi pergaulan serta globalisasi dunia dalam segala aspek kehidupan dan salah satu didalamnya adalah agama dan ahlak.

Kepala MAN I Loteng Lalu Syahdi menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan yang apliasinya keagamaan, saat ini segala sarana dan prasarana terus dibenahi, dalam rangka mencetak kader yang handal dan  paham dengan ilmu agama.

"Madrasah, tentunya corong pencetak generasi Qur'ani, makanya kita lagi fokus menyiapkan sarana dan prasarana memadai, mulai dari masjid, asrama dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Alhamdulillah semuanya sudah ada didalam  lingkungan madrasah," terangnya, Sabtu (08/05) kepada media ini.

Dijelaskannya, mencetak generasi Qur’ani adalah pemuda yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya, membaca, menghafal dan memahami isinya, serta mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan sehari hari ditengah masyarakat. 

"Allah SWT telah memberi contoh di dalam Al-Qur’an, tentang pemuda yang menjadi dambaan Al-Qur’an dalam diri para pemuda al-kahfi, mereka adalah pemuda yang memegang teguh keimanannya," jelasnya.

Diakuinya, Pemuda zaman now atau milenial sekarang ini realitasnya banyak yang di sibukkan oleh smartphone, ganget, dan media sosial lainnya, sehingga dengan kemajuan tekhnologi tersebut, jebolan madrasah harus mampu memanfaatkan tekhnologi, tentunya ke arah yang positif. Harapnya.

"Kemajuan teknologi ini harus kita manfaatkan, dengan penguasaan dan penguatan dsdi segi keagamaan," ungkapnya.

Kenapa harus demikian lanjutnya, ungkapan Arab menyebutkan "pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan" oleh karena itu pada zaman sekarang ini, pemuda  harus mampu menjadi pelopor bukan pengekor, pemuda sekarang harus berjiwa Qur’ani dan jangan sampai menjadi budak zaman. Kemajuan teknologi harus dipergunakan secara semestinya seperti mengambil yang baik-baik didalamnya dan menjadikan sebagai sarana belajar, apalagi aktifitas menuntut ilmu merupakan sesuatu yang memang di wajibkan bagi setiap muslim, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai rambu-rambu dalam kehidupan.

"Jika pendidikan yang termaktub dalam Al Qur'an, mampu kita implementasikan dalam kehidupan sehari hari, insyaallah kita akan selamat. Dan menciptakan hal demikian tentunya harus didasari dengan pendidikan agama dan itu semua secara umum, ada di madrasah," tutupnya. (AP)