Tanya Soal Razia, Wartawan Voicemuslim.com Dipukul Oknum Polantas Polres Panda

Diduga oknum Polisi Kanit Polantas Polres Panda Kabupaten Bima melakukan penganiayaan terhadap Wartawan Voicemuslim.com yang bertugas peliputan di Sape atas nama Irfan, M.Pd pada saat razia di pertigaan depan Polres Panda, Sabtu, 8 Mei 2021
Bima (Postkotantb.com) - Irfan, M.Pd Wartawan Voicemuslim.com dibuat babak belur oleh Agus salah satu personil satuan unit Lantas Polres Panda Kabupaten Bima pada saat razia di pertigaan depan Polres Panda, Sabtu, (8/5).

Kejadian sekitar pukul 12.30 itu berawal ketika Irfan bertanya terkait surat izin untuk turun melakukan razia juga kelengkapan atribut razia seperti tanda informasi untuk pengguna jalan yang biasanya dipasang minimal 200 meter dari lokasi giat razia.

Agus yang diketahui memimpin operasi tersebut enggan menjawab, malah sebaliknya membentak korban dan dengan arogansinya Agus menganiaya korban yang sedang melakukan tugas jurnalistiknya.

Tidak sampai disitu, dihadapan pengguna jalan yang melintas, Agus dan teman temannya menyeret dan terus memukuli korban tanpa belas kasih dan peri kemanusiaan dari jalan raya sampai ke dalam lingkungan kantor Polres Panda.

Akibat aksi bar bar para oknum polisi tersebut, korban mengalami luka memar dan lebam di bagian wajah dan bajunya sampai robek akibat ditarik dan diseret.

Taufik (30) tahun salah satu pengguna jalan membenarkan adanya penganiayaan yang dilakukan Agus dan sejumlah rekannya terhadap korban.

Kata dia, Pemukulan itu terjadi berkali-kali terhadap Irfan sambil ditarik oleh beberapa oknum Polisi untuk dibawa ke kantor Polisi Panda Kabupaten Bima.

Sementara Irfan yang dimintai keterangannya menuturkan, aksi premanisme para oknum polisi tersebut berawal ketika mobil yang dikendarainya terjaring razia dan ditilang karena melanggar salah satu pasal dalam ketentuan berkendara. 

Setelah menyerahkan STNK Mobil dan tandantangan surat tilang, kemudian karena sebagai wartawan Irfan menjalankan profesinya dengan menyampaikan beberapa pertanyaan seputar giat razia hari itu. “Bukanya pertanyaan saya dijawab malah dia dengan nada tinggi membentak dan balik menanyakan hak saya untuk bertanya,” ungkap Irfan.

“Kami terlibat cekcok, namun Agus dengan emosi langsung memukul saya dibagian pinggang, dagu berkali-kali dan saya ditarik ke dalam kantor Polisi,” katanya.

Sampai di kantor polisi, korban masih dianiaya bahkan profesinya dihina dengan membuang id card korban. Akibat penganiayaan itu saya sampai sekarang masih merasakan sakit, terutama di bagian dagu sehingga sulit utuk makan, dibagian pelipis kanan juga bengkak, ujar Irfan yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua Bidang Riset Teknologi MSDM Pemuda Muhammadiyah Dompu.

Korban bersama seluruh wartawan, berjanji akan menuntut pelaku penganiayaan sekaligus penghina profesi. “Tunggu hasil visum, kita lanjutkan proses sesuai hukum,” tegas Irfan. (YN/NET)