Ini Pesan Kapolres Loteng, Kepada Para Aktivis Himmah NW Cabang Loteng


LOTENG (Postkotantb.com)- Himpunan Mahasiswa (Himmah) Nahdatul Wathan (NW) Cabang Lombok Tengah (Loteng), Jum'at (19/06) kemarin, melakukan silaturahmi sembari menggali isu yang belakangan ini sering meresahkan masyarakat, termasuk beberapa potensi Loteng, yang belum disentuh.

Kapolres Lombok Tengah AKBP. Esty Setyo Nugroho mengatakan, saat ini Loteng sedang banyak persoalan yang sedang di hadapi. Sehingga peran pemuda dalam membangun daerah sangat dibutuhkan, termasuk adik adik mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa NW.

"Saya sangat bersyukur adik adik aktivis yang tergabung dalam Himmah NW cabang Loteng, yang peduli dengan kondisi Loteng dan bersilaturrahmi ke kantor," katanya.

Selanjutnya masalah aktivis, ditengah kebebasan berdemokrasi, mengutarakan pendapat didepan orang banyak, itu sah sah saja dan dilindungi undang-undang, hanya saja dalam menyuarakan keinginan jangan terlalu egois, harus ikuti proses. Dan menyuarakan suara juga harus dengan elegan dan data lengkap. 

"Mengkritisi pemerintah harus solutif jika benar-benar mengkritisi pemerintah" ungkapnya.

Dijelaskan solutif yang dimaksudkan adalah, bukan terus mengeluh atau mengulang-ulang masalah, tapi berusaha mencari penyelesaian. Sehingga setiap ada persoalan yang terjadi di daerah, pemuda harus tampil sembari memberikan solusi.

Selanjutnya masalah maraknya peredaran narkoba, pihaknya juga sangat sayangkan. Sebab narkoba sangat berbahaya, terutama di kalangan para pemuda. "Peredaran narkoba di Loteng, memang kami tak pungkiri sampai saat ini masih jadi atensi kepolisian," ungkapnya.

Salah satu upaya yang terus dilakukan kepolisian, melakukan sosialisasi di sejumlah lembaga pendidikan baik madrasah ataupun sekolah.

"HIMMAH NW adalah organisasi perkumpulan mahasiswa, saya berharap peran Himmah NW, terus bergerak dan bersinergi dengan kepolisian, terutama masalah narkoba," pintanya.

Melihat penomena saat ini, pihaknya sangat menyambut baik keinginan Himmah NW agar Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), terbangun di Loteng, hanya saja kepolisian tidak memiliki kapasitas, sebab itu urusan pemerintahan. "Kewenangan kepolisian dalam hal pendirian BNNK tidak ada, sebab itu kewenangan pemerintah,"jelasnya.

Diakuinya, melihat potensi Loteng dan tempat dibangunnya Bandara  internasional, memiliki sirkuit, IPDN, SMK Internasional, rumah sakit bertarap internasional dan pasar termegah. Kemajuan ini tentunya dampak positif dan negatif selalu ada, sisi negatif peredaran narkoba pastinya ada dan keberadaan BNNK memiliki dampak positif besar, dalam mencegah peredaran barang haram tersebut.

"Kendati BNNK belum kita miliki, sekarang saya berharap fungsi adinda-adinda hatus bersinergi dengan masyarakat untuk menyadarkan tentang barang haram tersebut, sembari menunggu BNNK di Loteng terbangun," tutupnya. 

Sementara itu Lalu Said Nur Hamidi mengaku siap bersinergi dengan kepolisian. Sebab peredaran narkoba di sejumlah media masa, Loteng selalu ada yang ditangkap. "Kami malu ketika ada postingan berita, pemuda Loteng ditangkap polisi. Hal ini sering kali membuat kami resah, kami dari pergerakan mahasiswa Himmah NW siap bersinergi dengan kepolisian," janjinya.

Selanjutnya kepada Pemda Loteng, pihaknya berharap kondisi ini untuk bisa dipikirkan, sebab peredaran narkoba bisa menghancurkan masa depan generasi Loteng. "Membangun BNNK di Loteng, bagi kami langkah yang tepat mencegah peredaran barang haram tersebut. Jika tidak sekarang lalu kapan, apakah mau menunggu generasi kita habis tersangkut kasus narkoba," tanyanya. (AP).