Pemprov NTB Sepakati Adendum Kontrak GTI

SEPAKAT ADENDUM: Dalam Konfrensi Persnya, Kamis (3/6), Gubernur NTB menyatakan Sepakat Kontrak GTI diperbaharui (Adendum)

 Mataram (postkotantb.com)- Pemerintah Provinsi NTB sepakat, untuk memperbaharui (adendum,red) kontrak pengelolaan aset Pemprov seluas 65 hektare dengan PT. Gili Trawangan Indah Indah (GTI).

"Ada dua opsi dalam menghadapi persoalan tersebut yaitu, memutus kontrak dan adendum," sebut Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dalam konferensi persnya bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Tomo Sitepu dan sejumlah pihak terkait, Kamis (3/6).

Dikatakan, lahan yang berlokasi di Gili Trawangan, Lombok Utara tersebut  di adendum, setelah ada hasil rapat dan kajian dengan pihak terkait tersebut hingga menunjuk pengacara negara. Pertimbangannya lanjut dia, jika dilakukan pemutusan kontrak maka prosesnya membutuhkan waktu lama dan akan terjadi status quo, hingga 2026. Sementara jabatan politiknya hanya sementara.

“Biar bagaimana pun, prinsip pemerintah pak Jokowi, bagaimana memastikan daerah dan negara kita itu friendly investmen, bersahabat dengan investasi. Bersahabat dengan investasi yang paling mendasar adalah memuliakan investor,” bebernya.

Sebelumnya, Pemprov NTB memilih memutuskan kontrak dengan GTI. Namun, belum ada kajian dari berbagai pihak terkait, hingga meminta kajian dari Kejaksaan Agung, BPK, Kejati NTB, KPK dan biro hukum Pemprov NTB. Hasilnya, pemerintah provinsi berkesimpulan untuk memilih adendum.

Sementara itu, Kepala Kajati NTB, Tomo Sitepu, atas saran dan pendapat BPK, KPK, Kejagung serta pihak terkait lainnya.

"Tetapi yang penting kita ingat berdasarkan putusan dan diskusi dengan KPK, BPK, ijin Kemendagri semuanya mendukung untuk dilakukan adendum. Jadi sesuai dengan apa yang kita sepakati saat ini,” tegasnya.

Dijelaskan, jika dilakukan pemutusan kontrak, maka akan lebih banyak mudaratnya dari pada adendum. Pelaksanaan addendum tersebut dijadwalkan Minggu depan. Dengan memastikan bahwa PT GTI itu punya dana untuk mengelola daerah pariwisata dunia di Gili Trawangan tersebut.(RED/RIN)