Ketua DPRD Sumbawa Usulkan Gedung Dewan Jadi RS Darurat

Sumbawa Besar (Postkotantb.com) - Melihat perkembangan kasus covid 19 di Kabupaten Sumbawa ketua DPRD merespon cepat dan kepada pemerintah daerah untuk mempersiapkan hal-hal terburuk seperti menyiapkan rumah sakit darurat bahkan ketua DPRD juga sedang mengusulkan gedung DPRD menjadi alternatif.

“Jadi kita harus siap untuk situasi yang terburuk, hal ini ditandai dengan pemasangan tenda-tenda darurat yang saya nilai beberapa RS sudah mulai overload atau melebihi kapasitas. Gedung lainnya yang dapat digunakan bisa dipersiapkan”, Ujarnya.

Ditegaskan Rafik, DPRD Sumbawa siap gedung dewan ini menjadi RS Darurat, tentunya untuk teman-teman dari pemerintah daerah datang kesini terlebih dahulu mengecek dan mengkaji ruangan-ruangan tersebut apakah dikatakan layak untuk dijadikan sebuah RS Darurat,” katanya.

Rafiq menjelaskan bahwa dirinya telah bertemu dengan beberapa pimpinan DPRD Sumbawa dan membicarakan tentang langkah-langkah strategis, agar DPRD Sumbawa juga ikut berperan aktif dalam hal menyiapkan segala sesuatu ketika semuanya menjadi darurat.

Kita ketahui bahwa, Secara umum tugas dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan pengawasan, melekat kewenangan untuk mengontrol pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) serta segala sesuatu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Dengan kata lain DPRD mempunyai kewajiban untuk melayani masyarakat dengan sebaik mungkin.

Abdul Rafiq telah memperlihatkan kepedulian terhadap masyarakat terlebih yang kurang mampu, seperti halnya mengenai kesehatan yang selama pandemi ini dinilai sangat memprihatinkan. Bahkan sebelum resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbawa pada tahun 2007, 2008, 2009 sudah sering berinteraksi dengan Nakes-nakes dan Dokter di rumah sakit dan puskesmas di 24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Rafiq juga tidak segan mengadvokasi atau melakukan pendampingan penuh apalagi bicara tentang kesehatan warga atau masyarakat khusunya di Sumbawa.

Ia sering mengeluarkan dana pribadi jika terdapat warga yang kesulitan dalam hal administrasi, mulai dari tingkat puskesmas bahkan sampai dirujuk kerumah sakit. Tidak hanya itu mengingat beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat signifikan, hingga rumah sakit yang berada di Sumbawa mengalami overload atau kelebihan kapasitas ruangan khusus Covid-19.

Rafiq memaparkan, dalam situasi seperti ini, semua elemen memiliki peranan penting mulai dari pemerintah tingkat desa yang seharusnya melakukan sosialisasi akan kesadaran masyarakat tentang prokes pencegahan Covid-19. Sedangkan peran Puskesmas adalah mendeteksi sejak dini baik itu gejala atau tidak.

“Seharusnya dengan memiliki alat dan keahlian yang dimiliki pihak Puskesmas diharapkan minimal para tenaga kesehatan tidak mudah terpapar virus tersebut. Kita proteksi atau perkuat hulu dulu, baru hilir,” tandasnya.

Jika mulai dari tingkat yang paling rentan sudah terproteksi, seperti dari segi perawatan, karantina serta alat apa yang dibutuhkan oleh pihak tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19 tersebut. Atau memerlukan tenda-tenda darurat, DPRD siap memberikan kontribusi. Selama ini DPRD juga telah mengapresiasi tentang sikap dan himbauan mulai dari Kapolres, Dandim, Kajari dan tentunya kepada Bupati Sumbawa yang tidak henti-hentinya mengimbau warga masyarakat agar tetap mematuhi prokes Covid-19.

“Tapi pertanyaannya kita evaluasi sampai sejauh mana himbauan-himbauan itu ditindak lanjuti oleh masyarakat, apakah hanya sebatas surat himbauan yang tidak dilaksanakan atau dipatuhi oleh masyarakat. Saya berharap kepada seluruh warga masyarakat Sumbawa taat dan patuh akan himbauan baik itu berupa aturan maupun edukasi hendaknya taat dan patuh,” pungkasnya. (jim)