Program Eco Office Tak Afdol Tanpa Keteladanan OPD

Wakil Gubernur NTB Memberikan Pengarahan, Dalam Rangka Sosialisasi Program Kantor Ramah Lingkungan (Eco Office). Melalui Aplikasi Zoom Meeting.

Mataram (postkotantb.com)- Melestarikan lingkungan hidup, bukanlah hal yang gampang. Sehingga, masalah lingkungan, betul-betul butuh penanganan yang lebih komprehensif dan membutuhkan keteladanan serta kerja sama seluruh pihak.

"Apapun yang kita lakukan tanpa memberikan contoh terlebih dahulu rasanya tidak afdol. Kita juga tidak bisa secara terus-menerus menghimbau kepada masyarakat, tapi kita sendiri tidak melakukan contoh-contoh yang terbaik,” Tegas Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd., dalam arahannya saat Sosialisasi Program Kantor Ramah Lingkungan (Eco Office), melalui aplikasi Zoom Meeting, di ruang kerja Wakil Gubernur NTB, Senin (16/8).

Dalam kesempatan ini, Rohmi bahkan meminta peserta kegiatan sosialisasi, untuk dapat melaksanakan program Eco Office ini di unit kerja masing-masing, serta dikerjakan secara serius. Mengingat, apa yang dikerjakan pemerintah provinsi ini, menjadi contoh di NTB.

"Semua bisa kita lakukan dengan baik dengan satu syarat yakni memiliki kemauan, komitmen dan perhatian yang sungguh-sungguh. Karena itu saya berharap agar seluruh OPD betul-betul fokus untuk melakukan hal ini,” harapnya.

Dijelaskan, Eco Office merupakan ikhtiar untuk terus mendorong terbangunnya kesadaran terhadap pentingnya lingkungan dan pengelolaan sampah. Dimulai dari masing-masing kantor OPD.

Penerapan program itu akan memberikan dampak positif, bagi pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, penghematan air bersih, penghematan listrik, penghematan ATK, tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH), menjaga kerapihan, kebersihan dan keindahan, pengadaan barang dan peralatan lingkungan.

Rohmi meminta, penerapa program Kantor Ramah Lingkungan, segera di mulai di seluruh OPD, Bulan Agustus ini. Karena, saat momentum HUT NTB yang jatuh pada 17 Nobember 2021, OPD yang bersungguh-sungguh akan diberikan reward. Khusus OPD yang memiliki UPT di kabupaten kota se NTB juga diinstruksikan untuk melaksanakan program ini, secara serentak dan sebaik-baiknya.

“Kita memberikan contoh kepada kabupaten kota juga agar bisa melaksanakan program ini,” kata Wagub.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hudup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc., M.Si., memaparkan, sosialisasi Eco Office dilaksanakan, dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat, dalam menjaga lingkungan. Dimulai dari perkantoran lingkup Pemprov NTB dengan sasaran, bagaimana bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk mengolah lingkungannya dengan baik.

Dia menyebutkan, program Eco Office didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah, Peraturan Gubernur Nomor 14 tahun 2020 tentang Kebijakan dan Strategis daerah dalam pengelolaan sampah. Kemudian Surat Edaran Gubernur Nomor 60/131/PSPPL-DLHK/2021 tentang Penerapan Kantor Ramah Lingkungan (Eco Office) di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Lebih lanjut, pengelolan sampah di perkantoran Pemprov NTB akan menjadi contoh, bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah selama ini. Sistem manajemen lingkungan melalui pengelolaan sampah di perkantoran, dapat dilakukan secara simple, terukur dan dengan biaya yang murah serta dapat dilakukan kapan saja, dimana saja.

Diakui Dani, aktivitas perkantoran telah menyumbang timbulan sampah hingga 5 persen dari total jumlah sampah di NTB. Jumlah pegawai lebih dari 14.000 org, dengan potensi 0,7 kg per orang, tiap hari. Maka, potensi timbulannya sebesar kurang lebih 9 ton per hari.

Potensi menjadi Local Champion bagi pegawai lingkup Pemprov NTB bisa menjadi agen perubahan, tidak hanya di kantor tetapi juga di Rumah dan lingkungan sekitarnya.

"Tujuan Eco Office ini kata Mukarom, guna memberi acuan bagi instansi, OOD, Kantor pemerintah dan juga swasta dalam menerapkan prinsip Kantor Ramah Lingkungan, menciptakan lingkungan kantor yang Bersih, Indah, Sehat dan Nyaman," imbuhnya.

"Selanjutnya, meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya, menciptakan perubahan perilaku pegawai lingkup Pemprov NTB yang diharapkan menyebar sampai ke rumah tangga dan lingkungan sekitarnya," tutupnya.(DiskominfotikNTB/RIN)