PT. GTI Tuntas, Trawangan Kembali Dikelola Masyarakat

Penyerahan SK Pemutusan Kontrak PT. GTI, dihadapan masyarakat Gili Trawangan, Sabtu (11/9).

POSTKOTANTB, Mataram- Pasca diserahkannya Surat Keputusan (SK) pemutusan kontrak dengan PT. Gili Trawangan Indah (GTI), oleh Satgas Percepatan Investasi. Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, hal tersebut sebagai langkah awal membangun Gili Terawangan seperti sedia kala. "Insha Allah tuntas dengan baik atas dukungan pemerintah pusat ", ujar Gubernur dalam pertemuan dengan masyarakat di Gili Terawangan, Sabtu (11/09).

Sejak digulirkannya Addendum, pihak PT. GTI kata dia, tidak memberikan respon. Sehingga lebih mudah memutuskan langsung dengan pemutusan kontrak. Sejak awal pun kata Gubernur, pemerintah provinsi berkomitmen tidak menganggu lahan 60 Hektare yang sudah ditempati masyarakat.

Sementara itu, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan, SK pertama yang dikeluarkan oleh Satgas sejak dibentuk Mei lalu untuk investasi bermasalah adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat. "SK ini diputuskan secara kolektif kolegial bersana perwakilan Polri dan Kejaksaan Agung yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden. Jadi, masyarakat sudah mendapatkan kepastian dan rasa aman untuk keberlanjutan ekonomi dengan dikeluarkannya SK ini," jelasnya.

Warga masyarakat Gili Terawangan lega. Keputusan Pemprov NTB memutuskan kontrak dengan PT GTI memberikan kepastian dan keamanan dalam melanjutkan usaha. Merekapun siap berkontribusi memajukan pariwisata. "Setelah 26 tahun menunggu dalam kondisi tidak jelas, kami siap dan brrkomitmen menjadi bagian dalam membangun NTB", ujar Raisman Purnawadi,  salah seorang warga dan  pemilik usaha di Gili Terawangan

Ucapan terimakasih kepada Pemprov NTB dan Gubernur juga datang dari warga lainnya. Mereka mengakui langkah yang diambil oleh Pemprov NTB dalam memutuskan menghentikan kerjasama dengan PT GTI merupakan solusi terbaik. HM Taufik, pemilik usaha dan putra tetua Gili Trawangan, H Rukding, mengatakan, keputusan Pemprov memang sangat dibutuhkan. Karena, selain tidak adanya aktivitas investasi selama ini di lahan tersebut, warga masyarakat yang berusaha di Gili Trawangan juga tidak pernah bertemu, dengan manajemen PT GTI, secara langsung.

"Kami juga siap berkontribusi dalam bentuk pajak dan retribusi lain serta mengembangkan Gili Terawangan sebagai tujuan pariwisata," tegasnya.

Senada disampaikan Andre, warga negara asing pemilik usaha penyelam ini, mengucapkan terimakasihnya kepada Gubernur NTB dan memuji langkah yang dinilai menuju arah yang benar dalam pengelolaan Gili Terawangan. " Fantastic. Its a very good step in the right direction (Fantastik. Ini merupakan langkah yang sangat bagus ke arah yang benar)," pujinya.


(DiskominfotikNTB/RIN)