22 Siswa MI Al Basiah Diduga Keracunan Tempe Goreng

KERACUNAN MAKANAN: Para siswa MI Al Basiah tengah dirawat intensif di Puskesmas Mangkung.

 POSTKOTANTB, Lombok Tengah- Sebanyak 22 siswa MI Al Basiah, Dusun Rembitan, Desa Mangkung, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), terpaksa harus dirawat ke Puskesmas Mangkung usai mengkonsumsi tempe goreng.

"Diduga korban keracunan makanan setelah memakan gorengan tempe saos sambal yang sebelumnya dibeli dan dimakan," Ungkap Kapolsek Praya Barat, AKP Heri Indrayanto, Rabu (20/10).

Dijelaskan, peristiwa keracunan makanan, berawal saat jam istirahat. Dimana, siswa di madrasah tersebut berbelanja gorenga tempe, serta bumbu saos sambal yang dijual Maini, Alias Inaq Sapoan, di halaman sekolah.

Selang 15 menit usai mengkonsumsi gorengan itu, para siswa merasakan gejala mual, muntah-muntah dan Pusing. Sehingga akhirnya keluarga dan warga masyarakat melarikan siswa, ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat ini, Pihaknya telah mengamankan bahan-bahan pembuatan tempe Goreng. Diantaranya Minyak bekas gorengan tempe, sisa minyak goreng kemasan merk Batik, sisa tempe goreng, sisa tepung, sisa tepung Rose Brand, sisa adonan tempe Goreng, sambal saos, serta Muntahan korban keracunan makanan.

Polsek setempat juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Mangkung dan menyerahkan bahan-bahan yang digunakan, dalam pembuatan tempe goreng saos sambal termasuk muntahan korban keracunan untuk uji Lab di Dinas Kesehatan Loteng.

Hal tersebut dilakukan demi mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan tersebut.

"Tindakan yang diambil pihak kepolisian adalah dengan mengecek korban keracunan makanan ke PKM Mangkung, melakukan interogasi terhadap korban keracunan dan melakukan pengecekan identitas korban. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kadus Rembitan untuk olah TKP," bebernya.

Saat ini, korban keracunan makanan tengah dirawat intensif dan diinfus di PKM Mangkung untuk selanjutnya dilakukan observasi. "Alhamdulillah semua korban cepat ditangani oleh pihak Medis dan secara umum kondisi korban sampai saat ini sudah membaik," tutupnya.(AP)