Bupati Djohan Berharap Gedung Pusat Evakuasi Masyakat di Desa Santong Dijadikan Gedung Multifungsi

Lombok Utara (Postkotantb.com) Bupati Djohan Syamsu menghadiri Peletakan Batu Pertama Pusat Evakuasi Masyarakat Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Kamis (07/10). 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Djohan Menyampaikan dengan dibangunnya Gedung pusat Evakuasi Masyakat di Santong Mulia bisa menjadi gedung serba guna atau dimanfaatkan menjadi multi fungsi oleh masyakat. 

" Mudah-mudahan gedung ini bisa mrnjadi multi fungsi alias serba guna," harap Bupati. 

Di lain sisi, Djohan dalam sambutannya di acara tersebut, menyampaikan persoalaan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) masih belum rampung dan ada 14 ribu RTG belum bisa dibangun. 

" Persoalan pasca gempa ini besar sekali. Ada 14 ribuan RTG belum bisa dibangun," tegasnya.

Persoalan RTG belum rampung, Pemda KLU pun saat ini sedang berjuang untuk mencairkan dana terblokir sebanyak 1,14 Miliar dan meminta perpanjangan waktu hingga Desember tahun ini. 

" Kita minta perpanjangan waktu sampai bulan Desember. kita lakukan untuk percepatan." Imbuhnya.

Selain Bupati Djohan, Camat Kayangan pun Siti Rukaiyah turut hadir. Dalam kesempatan itu, Siti Rukaiyah mengharapkan dengan terbangunnya gedung pusat evaluasi bagi masyakat tidak hanya dimanfaatkan ketika bencana gempa semata. 

"Jadi pusat evaluasi diharapkan dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya pas gempa," ungkap Ibu Camat 

Dalam kesempatan itu, Andreas Subiyono Direktur Yayasan Sheep Indonesia (YSI) menyampaikan YSI  hampir 3 tahun lamanya mendampingi masyarakat Desa Santong Mulia.

" Kami banyak melakukan pendampinhan penguatan evakuasi bencana hampir 3 tahun sudah mendampingi daerah ini," paparnya.

Organisasi yang berpusat di Yogyakarta ini pun berfokus dalam gerakan pemberdayaan masyarakat di bidang Kesehatan, Pendidikan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perdamaian ini pun tidak hanya melakukan pembedayaan masyarakat Di Lombok Utara, tetapi juga di daerah lain seperti Kupang NTT, Sigi Sulawesi Tengah, dan daerah-daerah lain di Indonesia. (YN)