Menikmati Keindahan Bukit Senyum di Desa Giri Sasak

Destinasi Wisata Bukit Senyum

 Dikenal Bukit Hantu, Kini Disulap Jadi Bukit yang Membuat Pengunjung Bakal Ketagihan


Bukit Ledu Desa Giri Sasak, adalah salah satu bukit menyeramkan yang jarang sekali dilalui masyarakat. Namun bukit tersebut kini sudah tidak lagi menakutkan dan malah masyarakat setempat menyebut bukit tersebut, bukit senyum. Siapapun yang datang ketempat ini, wajib ketagihan untuk kembali berkunjung.



SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH


SENYUM Adalah sebutan bukit yang disematkan oleh masyarakat setempat. Sebelumnya, bukit ini dikenal sangat angker. Sehingga, masyarakat setempat tidak ada yang berani melewati jalan disekitar bukit ini, khususnya dikala matahari mulai terbenam.

Namun kini, tidak lagi. Semenjak bukit tersebut disulap menjadi salah satu destinasi wisata yang mengagumkan, bukit senyum memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

Kurang lebih 1 KM dari Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). jalur ke lokasi ini tergolong tidak sulit, karena sudah berhotmix. Ketika mau menuju ke puncak bukit, pengunjung akan menapaki 129 anak tangga. Menariknya, disepanjang perjalanan ke puncak, pemandangan pengunjung akan dihibur dan dimanja dengan hiasan kembang berbagai jenis dan warna, tengah bermekaran.

Tidak berhenti disitu. Setelah tiba di puncak bukit, kita akan disuguhkan dengan pemandangan eksotis, serta keindahan panorama Gunung Sasak dan Gunung Mareje yang diselimuti awan, menambah daya tarik dari kedua gunung di Bumi Patut, Patuh, Patju ini.

Demi menambahkan kenyaman pengunjung, pihak pengelola destinasi wisata ini, telah menyediakan sejumlah fasilitas bak hotel berbintang. Antara lain 9 unit pesanggrahan, 9 unit penginapan lengkap dengan 4 unit Kolam renang dan satu tempat ibadah. Di destinasi wisata ini juga dikelilingi bebatuan berukuran besar yang berbaris rapi, dijamin pengunjung bakalan betah berlama- lama di Bukit Senyum.

"Sejak mulai dikelola tepatnya diakhir tahun 2019, kami mulai melakukan penataan dan membangun Pesanggrahan. Tidak butuh lima bulan setelah Pesanggrahan jadi, jumlah pengunjung datang untuk selfi semakin banyak, terutama di kalangan para remaja," ungkap Owner sekaligus pengelola destinasi wisata Bukit Senyum, HK. Lalu. Winengan, Sabtu Kemarin.

Diakui Winengan, melihat adanya potensi wisata di bukit tersebut, dia bersama sang istri, kemudian menambah penataan dan fasilitas lainnya, dengan memanfaatkan pekerja dan buruh. Khusus urusan design gambar, langsung dihandle oleh tangan Winengan agar menjadi rujukan pekerja.

"Saya sengaja manambah dan menempatkan hingga totalnya 9 Pesanggrahan, biar di sesuaikan dengan tahun dimulainya di kelola tahun 2019. Untuk lahan, luasnya sekitar 49 are, termasuk juga jumlah tangga sebanyak 129 tangga," bebernya.

Bagi Winengan, Angka 9 memiliki makna filosofis tersendiri. Sehingga, mulai dari pembelian lahan, penetapan tahun dan bulan, serta tanggal mulai dikerjakan, jumlah tangga, jumlah Pesanggrahan hingga penginapan, selalu disisipkan angka tersebut. "Gunanya untuk mengambil barokah dari jumlah sunan wali songo sembilan. Jadi bukan kebetulan saya memilih angka sembilan," sebutnya.

Memilih bukit senyum, lanjut dia, berawal dari petunjuk (wangsit,red) melalui mimpi. Paginya, Winengan langsung mencari lokasi, sesuai dengan mimpinya. setelah ia temukan lokasi bukit itu, tepatnya di awal tahun 2019, ia langsung membeli dan bulan November atau bulan 9 dan tanggal 9 tahun 2019, langsung di kelola.

"Bukit ini seolah-olah menangis ingin dikelola. Namun rilnya, warga setempat, banyak yang menyarankan untuk tidak melakukan pengelolaan. Lantaran tempat ini dikenal menyeramkan dan isinya juga bebatuan Padas dan besar-besar. Tapi saya tidak hiraukan. Sebab saya yakin dengan mimpinya," tuturnya.

"Saking berisikan bebatuan malah masyarakat ada yang mencemooh dan menyebut kita gila, namun Alhamdulillah sekarang bukit ini subur makmur dan menawan," sambungnya.

Selain itu lanjutnya, kondisi masyarakat di sekeliling bukit ini, perekonomiannya di bawah rata rata, sehingga hal ini juga yang membuat dirinya, membangun nuansa baru, dengan harapan kedepan masyarakat bisa memanfaatkan tempat ini, sebagai tempat meningkatkan kesejahteraan.

"Lahan yang luasnya 49 are ini, secara kebetulan kami patungan dengan Hajjah Khaeratun Fauzan istri bapak Wabup Lobar, dan kami berdua sama sama mengelola tempat ini, dengan desain yang hampir mirip sama," cetusnya.

Dalam membangun, disetiap sudut pihaknya selalu melakukan ritual minta ijin, mengingat bukit ini dikenal angker, sehingga hal itu harus dilakukan sebagai bentuk menghormati sesama mahluk Allah.

Ditanya kapan bukit ini dibuka untuk umum, kadis Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Barat ini mengaku, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan penyempurnaan dan insyaallah di akhir tahun, atau awal tahun baru 2022 mendatang, bukit ini akan dibuka untuk umum, sebagai tempat berwisata.

"Insya allah 2022, bukit senyum ini akan dibuka untuk umum dan semoga dengan adanya tempat berwisata, ekonomi masyarakat sekitarnya semakin sejahtera, sebab semakin banyak tingkat kunjungannya, maka kebutuhan pengunjung akan semakin banyak dan itu kami yakin, mampu meningkatkan perekonomian mereka," tutupnya. (*)