Menuju New Normal, SMPN 3 Praya Berbenah

LOTENG, (postkotantb.com)- Menyambut diberlakukannya pembelajaran pada masa transisi (New Normal) di masa pandemi ini.

SMPN 3 Praya Lombok Tengah (Loteng) terus berbenah, salah satunya dengan cara In House Training (IHT) atau meningkatkan Profesionalisme Guru dan Tenaga pendidik.

Selain meningkatkan profesionalisme guru, juga dilakukan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk tanggap bencana di sekolah. 

Kepala SMPN 3 Praya Lalu Ishak MPd mengatakan menyiapkan payung sebelum hujan, itu lebih penting. Artinya sebelum sesuatu itu terjadi, kita sudah benar benar siap, termasuk kondisi saat ini.

"Ada dua hal yang kita sedang siapkan, pertama menyambut pembelajaran new normal dan satuan pendidikan aman bencana," katanya Senin (20/12).

Kenapa ini dilakukan lanjutnya, seperti yang ia katakan sebelumnya sedia payung sebelum hujan, khusus untuk satuan pendidikan aman bencana, saat ini musim hujan telah tiba, untuk mengatasi segala macam bencana datang, diperlukan kesiapan matang, terutama dalam hal mengajar yang aman dari bencana.

"Kita tetap berdoa, semoga selama musim penghujan tak ada musibah dan pandemi ini segera berlalu," harapnya.

Selanjutnya, melaksanakan dua program tersebut Dasar Hukum. UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. UU Nomot 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya, UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP. Nomor 38 tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan sebagaimana telah diubah dengan PP. Nomor 39 tahun 2000. 6. PP. Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 7.

Selain itu untuk satuan pendidikan aman bencana, sesuai Peraturan Kepala BNPB (Perka) Nomor. 4 tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana. 

Selanjutnya kegiatan IHT dan SPAB ini bertujuan pertama, meningkatkan Profesionalisme Guru dan Tenaga pendidik dalam menyambut pembelajaran pada masa transisi (New Normal). 

Dua, meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan dan penyusunan RPP serta mengimplementasikannya dim pembelajaran menyeluruh pada TP. 2021/2022. 

"Kami akui selama pandemi pendidikan tetap lancar, namun seperti yang saya katakan diatas sedia payung sebelum hujan, artinya kita persiapkan diri lebih matang," ungkapnya

Selanjutnya yang ke tiga adalah memberikan Pengetahuan yang kongkrit terhadap Kebencanaan kepada semua warga sekolah (siswa, Guru, Tenaga pendidik) sehingga dapat mendukung perannya dalam memfasilitasi kegiatan Siaga Bencana di sekolah 

Dan memberikan bekal pengetahuan tentang kebencanaan dan tahapan tahapan pelaksanaan Siaga Bencana di sekolah yg komprehensif. 

Sedang untuk sasarannya adalah semua Guru SMPN 3 Praya dan

kegiatan SPAB sasarannya adalah semua Guru  SMPN 3 Praya bersama Komite sekolah dan semua siswa yang saat ini diwakili oleh masing-masing perwakilan kelas dan perwakilan OSIS, Pramuka dan PMR. 

Sementara itu Bupati Loteng HL. Fathul Bahri mengajak kepada semua pihak tanpa terkecuali, untuk terus menjaga kesehatan dan lingkungan. Lebihnya lagi saat ini musim hujan telah datang, lingkungan yang sehat harus diutamakan, dengan cara membersihkan lingkungan, buang sampah ditempatnya dan lainnya.

Selanjutnya pendidikan di tengah pandemi, harus disesuaikan, artinya pendidikan harus tetap jalan, jangan mau kalah dengan pandemi, sebab pemerintah telah membuatkan aturan tersendiri dalam pendidikan di masa Covid-19.

"Silahkan dipedomani, pembelajaran harus terdepan dan mari kita berdoa semoga musibah pandemi ini segera berlalu," harapnya. (AP)