Loteng, (postkotantb.com) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bilebante Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah (Loteng) ambruk, sehingga mengakibatkan sekolah tersebut di kosongkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng HL. Firman Wijaya mengaku, ambruknya SDN Bilebante, pihaknya sudah melakukan komunikasi langsung dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng. Sampai sejauh ini belum ada anggaran daerah untuk menanggulangi, kecuali hanya menunggu bantuan dari pusat melalui melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Barusan saya sudah bahas bersama kepala dinas Pendidikan saat di masjid Agung, tapi jawaban beliau belum ada anggaran, kecuali dana DAK, sedangkan untuk ngutang kayaknya belum kepikiran," Katanya dihadapan awak media, Jum'at (3/6/22).

Atas hal tersebut, langkahnya sekarang hanya bersabar dan bersyukur ada ruangan lain untuk dimanfaatkan, sambil menunggu anggaran rehab.

 "Untuk sementara ini kita hanya bisa bersabar dan bersyukur, ada ruangan lain tempat mereka pakai belajar, sementara ada anggaran rehab, ia kita bersabar ajaa dulu," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng Makbul Ramen mengaku, persoalan rehab sekolah saat ini, dinas angkat tangan. Artinya anggaran itu tidak ada dan yang ada saat ini tergantung pemda Loteng.

"Untuk anggaran rehab, kita di dinas tidak ada anggaran dan kami angkat tangan, kecuali ada anggaran lain dari pemda," Katanya.

Masalah ambruk atau kondisi sekolah di Loteng yang kondisinya memprihatinkan dan butuh rehab, bukan hanya di SDN Bilebante saja, namun ada 120 Sekolah, dan itupun masuk dalam rehab Ringan dan sedang.

Sedangkan untuk rehab berat, itu bukan wewenangnya disdik, melainkan PUPR. "Ada 120 SD butuh direhab dan itupun yang masuk dalam rehab ringan dan sedang, kalau berat pastinya ada tapi kami tak tau berapa sekolah masuk rehan berat, sebab itu bukan lagi bagian kami, melainkan dinas PUPR," Terangnya.

Mantan Kasi Sarpras ini menambahkan, kendati anggaran tidak ada, namun pihaknya tidak putus harap, sebab pihaknya berharap di APBD Perubahan, ada dana untuk rehab.

Bukan hanya sampai di situ, pihaknya juga berharap, ada keajaiban misalnya pokir dewan di arahkan untuk merehab seluruh sekolah yang sudah tak layak pakai, artinya bukan hanya di SDN Bilebante semata namun 120 sekolah tersebut.

"Ini tidak mustahil bisa terjadi, selagi ada keinginan dan keprihatinan, semua bisa Disiasati," Tutupnya. (Ap)