Mataram (postkotantb.com) -
Perkumpulan SANTIRI menyelenggarakan ngobrol bareng "road to gawe Alif" di Mataram pada Selasa 03 Februari 2026. Gawe Alif merupakan prosesi adat sakral yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bayan Lombok Utara setiap 8 tahun sekali, sayangnya Gawe Alif dilaksanakan terakhir kali pada tahun 1957.
Dalam pengantarnya, Catur Kukuh yang merupakan pendiri SANTIRI menyampaikan tema besar menyongsong Gawe Alif adalah memperkuat Bayan sehingga bisa disebut 'Maha Bayan'. "Bayan memiliki roh dan kekayaan inovasi yang perlu diketahui secara luas, pengetahuan lokal dan universal sama-sama penting, terutama karena banyak generasi Z yang malu bertani" Ulas Catur.
"Berada di kawasan Rinjani yang kaya akan pengetahuan, namun masih terbatas dalam distribusi dan dokumentasi, maka anak-anak muda harus mulai memahami keberlanjutan, mengenal dan menghargai kekayaan budaya Bayan, termasuk di dalamnya kedaulatan pangan, diperlukan strategi agar ilmu dan inovasi yang ada di Bayan dapat diteruskan ke generasi selanjutnya". tambah arsitek sosial ini.
Pengetahuan lokal dan universal dipandang saling melengkapi, terutama dalam menghadapi tantangan rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Sementara itu Nelda menyampaikan, bahwa melalui kegiatan Yo’ra Hero sudah mulai melakukan pendekatan kedaulatan pangan, diantaranya mengelola sorgum menjadi tepung, roti, dan cookies dengan Kerjasama di SMKN 1 Bayan.
Perwakilan Embun Jiwa Semesta, Rosa memandang sorgum sebagai pangan alternatif yang sehat, khususnya bagi penderita diabetes dan dapat berfungsi sebagai pengganti nasi/beras. "Pola konsumsi masyarakat modern, khususnya generasi muda, dinilai berisiko terhadap kesehatan (gula darah dan kolesterol) sorgum bisa menjadi solusi, tentu saja diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan kandungan yang terdapat di dalam sorgum" ujar Rosa.
Perwakilan Sekolah Adat Bayan menyebut pemerintah sebagai mitra penting, namun perlu dibatasi agar tidak mengintervensi secara berlebihan, khususnya pada aspek nilai dan finansial. "sebagian ritual adat Bayan bersifat sakral dan tidak untuk diekspos atau dipertontonkan, termasuk larangan dokumentasi visual, hal ini untuk menjaga kemurnian dan kesakralan" terang kepala sekolah adat Bayan.
Gawe Alif dimaknai sebagai proses 'melahirkan kembali' nilai dan sistem adat Bayan. Gawe Alif dapat diartikan juga Gawe Nusantara karena memiliki keterkaitan dengan mikro dan makro kosmos Nusantara. Terkait kedaulatan pangan maka perlu berfikir langkah terstruktur dan berkelanjutan menuju Gawe Alif dalam jangka waktu 6 bulan kedepan. Terkait Modul Wise Smart Agriculture perlu membahas Wariga, Pawang, Ragam dan jenis ritual yang berkorelasi dengan musim (pengendalian risiko), Teknologi pertanian (sprinkle-irigasi tetes). (nata)


0 Komentar