Breaking News

SMKN 1 Sumbawa Terapkan Kedisiplinan Ketat, Kepala Sekolah Tegaskan Tidak Boleh ada Bullying

 

Laporan Syaiful Marjan wartawan postkotantb.com Biro Sumbawa


Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Penerapan kedisiplinan di lingkungan SMKN 1 Sumbawa disampaikan oleh Guru Bidang Kesiswaan, Indriana Dinartiwi, SST Par, saat ditemui poatkotantb.com di ruang Kepala Sekolah SMKN 1 Sumbawa, bersama Kepala Sekolah. Sementara itu, terkait isu bullying, penjelasan disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah yang sekaligus membenarkan keterangan dari pihak kesiswaan.

Dalam keterangannya, Indriana Dinartiwi menjelaskan bahwa SMKN 1 Sumbawa menerapkan sistem dua pintu gerbang masuk sekolah. Gerbang utama diperuntukkan bagi tamu dan para guru, sedangkan gerbang belakang khusus digunakan oleh para siswa, baik yang diantar orang tua maupun yang menggunakan kendaraan sendiri.


Sebelum siswa masuk ke ruang kelas atau halaman sekolah, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan tas dan isi bawaan untuk memastikan tidak ada barang yang dibawa di luar kebutuhan belajar.

Menurutnya, apabila ditemukan siswa membawa barang yang tidak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, seperti make up, handphone, atau barang lain yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, maka pihak sekolah akan melakukan penyitaan sementara selama jam pelajaran berlangsung.

Pihak sekolah memberikan peringatan tegas serta melakukan komunikasi dengan orang tua atau wali murid. Barang yang disita dapat diambil kembali oleh orang tua dengan harapan tidak terjadi pengulangan pelanggaran yang sama.


Indriana menambahkan, apabila siswa kembali mengulangi pelanggaran, khususnya membawa handphone setelah diberikan peringatan sebanyak satu hingga tiga kali, maka pihak sekolah akan memberikan sanksi lebih tegas berupa penyitaan handphone hingga enam bulan. Terangnya pada Selasa (03/02/2026).

Terkait penggunaan handphone, pihak sekolah menegaskan bahwa siswa tidak diperbolehkan menggunakan handphone tanpa aturan. Penggunaan handphone hanya diperbolehkan apabila terdapat kebutuhan pembelajaran, dan telah dikoordinasikan terlebih dahulu oleh guru mata pelajaran kepada pihak sekolah melalui bidang kesiswaan.

Kebijakan ini diterapkan agar siswa dapat berinteraksi dengan baik dengan guru dan sesama siswa serta tidak terlalu bergantung pada handphone yang dapat berdampak kurang baik terhadap interaksi sosial.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sumbawa, Jayadi, S.Pd., M.Pd., yang turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa di lingkungan sekolah hampir tidak ditemukan kasus bullying. 


Ia juga membenarkan penjelasan yang disampaikan oleh pihak kesiswaan terkait pengawasan perilaku siswa.
Dalam upaya pencegahan bullying, pihak sekolah telah membentuk tim khusus bernama PEMUKUL (Pemersatu Ekskul) yang berperan memantau perilaku siswa, memperkuat kebersamaan antar ekstrakurikuler, serta mencegah potensi konflik dan perundungan sejak dini.

Dengan penerapan kedisiplinan yang konsisten, pengawasan terstruktur, serta peran aktif tim PEMUKUL (Pemersatu Ekskul), SMKN 1 Sumbawa berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa. (Jhey)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close