DLH Lombok Barat Butuh Waktu Tangani Sampah Secara Optimal, Ini Alasannya
Selamet Riady, S.Pi., M.Si Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSL) Lombok Barat. Foto Istimewa



Lombok Barat, (pstkotantb.com) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat terus berupaya tangani masalah sampah secara optimal.Meski kini miliki Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang terbilang cukup memadai,DLH tetap butuh waktu bertahap untuk dapat meminimalisir persoalan yang ada.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSL) Selamet Riady, S.Pi., M.Si DLH Lombok Barat pada Senin (19/05/2026) mengatakan pihaknya miliki armada truk pengangkut sampah sebanyak 27 dam.Kondisinya semua baik,tersebar ke semua pangkalan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan di Pusat Daur Ulang (PDU) di seluruh wilayah Lobar.

"Pangakalan kita tersebar di TPST dan PDU se Lobar,"ucapnya.

Sementara untuk petugas kebersihan terdata sekitar 200-an orang.Terdiri dari tenaga sapu,sopir truk,dan tukang angkut.

Diakuinya,masih banyak pekerjaan rumah setelah ia duduki kursi Kabid PSL.Sehingga diperlukan pembenahan tatakelola yang baik walaupun pelan-pelan. Kerja dipersampahan cukup susah.Makanya jumlah Bank Sampah dan TPS 3R di Lobar malah berkurang.

Hal lain, mengenai penyerapan retribusi pengelolaan sampah, DLH sudah melakukan MoU dengan banyak pihak.Seperti BUMN BUMD yang ada di Lobar, dengan PDAM, hotel-hotel,restoran, cafe, klinik, rumah sakit, sekolah-sekolah, sampai dapur-dapur SPPG.Kalau sampah rumah tangga ada rekomendasi agar diangkutkan dua kali setiap pekan.

Dari kesemua sasaran diatas, diproyeksikan jumlah berat pengangkutan sampah capai 310 ton per hari atau berkiasar 111 ribu ton setahun.

Ditanya mengenai kendala, ia beberkan salah satu faktor, prilaku masyarakat belum punya kesadaran sepenuhnya untuk buang sampah pada tempatnya. Walaupun dipasang spanduk peringatan dilarang buang sampah tetap saja terbuang dilokasi.

"Yaaa namanya manusia ada saja prilaku khilafnya,tapi mau apalagi sudah jadi tupoksi kita,yaa harus jalani tugas," imbuhnya.

Terkait upaya pengembangan daur ulang sampah untuk dikonversi jadi sesuatu yang bernilai ekonomi,ia mengaku belum digarap maksimal.Meski sudah coba diupayakan.Tapi belum kearah komersil.

"Kami sudah olah daur ulang sampah jadi pupuk organik,pestisida,dan pupuk organik cair di PDU lingsar dan Senteluk,tapi belum ke arah komersial,masih disebarkan gratis ke petani untuk percobaan,kalau berhasil ya akan dikembangkan,saat ini masih dipelajari core bisnisnya," jelasnya.

Secara umum,lengkapnya,DLH masih fokus pada kerja-kerja yang meliputi penanganan yang terdiri dari memilah,mengumpulkan,mengangkut,mengolah dan proses akhir.

Diharapkan,kedepan ada peralatan canggih ditiap kecamatan skala TPST supaya sampah dapat diolah langsung.Sehingga impian zero waste bisa terwujud.

Ditargetkan,sesuai arahan Kementrian sampah harus sudah terkelola 100 persen di tahun 2029. (Irsyad)