Gorontalo, (postkotantb.com) – Kabar baik untuk peternak Pulau Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil mendorong percepatan proyek unggas terintegrasi setelah membahasnya langsung dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi.
Pertemuan berlangsung di sela agenda dinas Bupati Sumbawa di Gorontalo. Fokus pembahasannya: langkah strategis pengembangan industri unggas terintegrasi sebagai program prioritas penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi peternakan nasional.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P menyebut hasil pertemuan sangat positif. Tim dari Kementan bersama PT Berdikari dijadwalkan segera turun ke Sumbawa untuk verifikasi dan memastikan kesiapan lahan yang sudah diusulkan Pemda.
"Alhamdulillah, hasil pembahasan bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direksi PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi sangat menggembirakan. Tim Kementan dan PT Berdikari akan segera turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah kami usulkan," ujar Bupati Jarot pada Sabtu, (20/06/2026).
Dalam pembahasan itu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima resmi ditetapkan sebagai lokasi pengembangan proyek unggas terintegrasi di Pulau Sumbawa.
Pemilihan keduanya dinilai strategis. Alasannya: potensi lahan memadai, dukungan sumber daya peternakan kuat, serta peluang industri hilir yang besar.
Proyek ini ditargetkan mampu:
- Meningkatkan produksi unggas nasional.
- Membuka lapangan kerja baru.
- Menguatkan ekonomi masyarakat dan peternak.
- Mendorong masuknya investasi sektor peternakan.
Pemkab Sumbawa menyatakan siap mendukung seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan. Sinergi pusat, BUMN, dan daerah diharapkan menjadikan Pulau Sumbawa sebagai sentra unggas terintegrasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dengan rencana kunjungan tim Kementan dan PT Berdikari dalam waktu dekat, masyarakat Sumbawa dan Bima berharap proyek strategis ini segera terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi ekonomi daerah.
Pewarta: Syaiful Marjan


0Komentar