Sumbawa Besar, (postkotantb.com)  – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan delegasi Konsulat Jenderal Amerika Serikat untuk membahas pengelolaan pertambangan rakyat berkelanjutan di Kecamatan Lantung. Pertemuan menyoroti legalitas, keselamatan kerja, hingga perlindungan lingkungan, Selasa (16/6/2026).

 Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menerima langsung delegasi AS di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa. Turut mendampingi Sekda, Kapolres Sumbawa, Asisten Administrasi Umum, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Delegasi AS terdiri dari 5 orang: Mr. Steven Rice, Hydrologist U.S. Department of Interior National Park Service; Mr. John McDaniel, Political/Economic Chief KJAS Surabaya; Ms. Tina Bucton, Economic Officer Kedubes AS Jakarta; Mr. Rulli Rizki, Economic Specialist Kedubes AS Jakarta; dan Ms. Juliyana Safitri, Political/Economic Local Staff KJAS Surabaya.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengapresiasi perhatian AS terhadap isu pembangunan daerah. Ia menyebut Lantung berkembang menjadi kawasan tambang rakyat yang sudah lama jadi sumber pendapatan warga, terutama saat sektor pertanian terganggu cuaca dan harga komoditas.

"Pemkab Sumbawa terus mendorong tambang rakyat yang legal, tertib, aman, dan ramah lingkungan. Kami koordinasi dengan pusat, provinsi, aparat, koperasi, dan semua pemangku kepentingan," ujar Bupati.

Mr. John McDaniel mengatakan kunjungan ini untuk memahami langsung kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah tambang rakyat, termasuk tantangan dan peluangnya.

Delegasi AS juga tertarik pada pengelolaan sumber daya air, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta model pemberdayaan masyarakat. 

Mr. Steven Rice menyoroti pentingnya menjaga daerah aliran sungai, konservasi mata air, dan mitigasi dampak lingkungan dari aktivitas tambang. "Keseimbangan pemanfaatan SDA dan perlindungan lingkungan kunci keberlanjutan," katanya.


Diskusi berlangsung interaktif. OPD memaparkan kondisi aktual tambang rakyat Lantung: aspek sosial ekonomi, regulasi, pengawasan lingkungan, hingga upaya legalisasi dan tata kelola yang lebih baik.

Berdasarkan data di lapangan, tambang rakyat Lantung sudah berjalan bertahun-tahun. Penambang mayoritas tradisional, skala kecil, pakai peralatan sederhana. Meski dongkrak pendapatan, tetap butuh pengawasan ketat untuk minimalkan risiko K3 dan dampak lingkungan.

Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya: dorong tambang rakyat yang beri manfaat ekonomi, tapi tetap utamakan keberlanjutan, kepatuhan regulasi, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan.

Kedua pihak berharap dialog ini jadi awal pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik pengelolaan SDA yang berorientasi pada kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan.

Kunjungan ini menandai perhatian internasional terhadap pengelolaan tambang rakyat di NTB. Pemkab Sumbawa optimis kolaborasi dengan berbagai pihak bisa wujudkan pertambangan yang lebih tertib dan berkelanjutan. (Jhey)