Lombok Utara, (postkotantb.com) — Kesadaran masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin menguat. Warga kini berharap setiap momen penting, mulai dari kegiatan seremonial pemerintahan hingga perayaan hari besar daerah, diiringi dengan aksi nyata berupa penanaman pohon pelindung.

Harapan itu disampaikan tokoh masyarakat KLU, I Nyoman Suratha, S.Kep., Ns., kepada postkotantb.com Selasa (21/07/2026). Ia menilai penanaman pohon bukan sekadar simbol, melainkan investasi jangka panjang untuk lingkungan dan generasi mendatang.

“Setiap kegiatan besar sebaiknya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. Penanaman pohon pelindung adalah salah satu langkah sederhana namun berdampak besar,” ujarnya.

Punya Dampak Ekologis dan Sosial


Menurut Nyoman, pohon pelindung memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya di ruang-ruang publik.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Bayan, Raden Akriabuana. Ia menilai inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Penanaman pohon pelindung merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekologis dan sosial yang berkelanjutan. Kami sangat mendukung jika ini menjadi bagian dari budaya dalam setiap momentum penting di KLU,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa diintegrasikan dalam berbagai agenda daerah, seperti peringatan HUT daerah, kegiatan sosial, hingga program lintas sektor.

Dorongan Kolaborasi untuk Gerakan Hijau


Kedua tokoh masyarakat tersebut berharap ada kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lain untuk mewujudkan gerakan hijau yang konsisten di Lombok Utara.

“Dengan adanya dorongan dari masyarakat dan dukungan pemerintah, penanaman pohon pelindung bisa menjadi tradisi baru. Ini tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi lingkungan dan generasi masa depan,” tutup Raden Akriabuana. (@ng)