Mataram, (postkotantb.com) — Sehubungan dengan pemberitaan di masyarakat terkait pengelolaan dana kegiatan motocross di NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menyampaikan klarifikasi terbuka.
Tujuannya agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, utuh, dan tidak terpecah oleh narasi yang tidak berimbang.
Dalam pernyataannya, Bang Zul menegaskan 4 poin penting:
1. Ini bukan soal MXGP, tetapi Lombok Sumbawa Motocross
MXGP adalah event internasional kelas dunia yang diperjuangkan bersama untuk mengharumkan nama NTB. Event ini telah memberi dampak ekonomi, pariwisata, dan kebanggaan bagi masyarakat NTB.
Sementara persoalan yang diberitakan saat ini adalah kegiatan Lombok Sumbawa Motocross, yaitu kegiatan olahraga daerah. Keduanya berbeda konteks, berbeda waktu, berbeda skala, dan berbeda mekanisme anggarannya. Karena itu tidak tepat jika keduanya dicampuradukkan.
2. Dana Rp24 miliar cair setelah masa jabatannya berakhir , Bang Zul mengakhiri masa tugas sebagai Gubernur NTB pada September 2023. Berdasarkan data yang ada, pencairan dana sebesar Rp24 miliar yang menjadi sorotan terjadi pada periode setelahnya.
"Sehingga penggunaan dana Rp24 miliar itu tidak lagi dalam pengetahuan dan kewenangan saya, baik penggunaannya maupun alokasinya," tegasnya.
Pada periode tersebut yang menjabat sebagai Penjabat Gubernur NTB adalah Drs. H. Lalu Gita Ariadi, http://M.Si. Secara aturan pemerintahan, segala kebijakan dan pertanggungjawaban anggaran berada di kewenangan Pj. Gubernur.
3. Dipanggil hanya sebagai saksi*
Sebagai warga negara yang taat hukum, Bang Zul memenuhi panggilan aparat penegak hukum dan memberikan keterangan sejujur-jujurnya sesuai data dan fakta yang diketahui selama memimpin NTB.
"Saya tegaskan, saya tidak berstatus sebagai pihak yang diperiksa maupun sebagai terlapor," ujarnya.
4. Penanggung jawab kebijakan saat pencairan adalah Pj. Gubernur L. Gita Ariadi
Dalam sistem pemerintahan daerah, pejabat yang sedang menjabat memiliki kewenangan dan tanggung jawab penuh terhadap setiap keputusan dan penggunaan anggaran pada periode tersebut.
Bang Zul menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Ia percaya aparat akan bekerja secara profesional, objektif, dan tidak tebang pilih.
"Kepada insan pers saya berharap pemberitaan dilakukan secara berimbang dan berdasarkan cek-fakta. Kepada masyarakat saya mengajak untuk tidak mudah terpancing dan bersama-sama menjaga nama baik NTB," katanya pada Rabu (22/07/2026).
Ia juga menegaskan, selama memimpin NTB pihaknya berkomitmen pada prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
"Demikian klarifikasi ini saya sampaikan. Mari kita jaga bersama hasil kerja besar yang telah kita lakukan untuk membangun daerah ini." (Red)


0Komentar