Afifa dan Rofiyadi tembus seleksi nasional. Kepala madrasah: prestasi lahir dari disiplin, bukan kebetulan


Lombok Barat, (postkotantb.com) – Jalan ke panggung nasional tidak harus dimulai dari sekolah besar di kota besar. Buktinya ada di MTs Negeri 2 Lombok Barat. Dua pelajarnya, Afifa Miza Kamila KH dan Muhammad Rofiyadi Abuba, terpilih mewakili NTB dalam Jambore Nasional Pramuka XII 2026 yang akan digelar 13–20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta.

Bagi keluarga besar MTsN 2 Lombok Barat, ini bukan sekadar tiket ke Jakarta. Ini bukti bahwa pembinaan konsisten, kedisiplinan, dan ruang pengembangan bakat di madrasah mampu mengantar siswa bersaing hingga level nasional.

Ditempa Sejak Kelas VII


Rofiyadi, warga Batu Kuta, Lombok Barat, kini duduk di kelas X SMK Negeri 2 Mataram. Tapi fondasi Pramukanya ditempa sejak kelas VII di MTsN 2.

“Saya mulai berminat dengan Pramuka ketika masuk kelas VII di MTs Negeri 2 Lombok Barat. Di sini saya mendapatkan banyak pembinaan dari para pembina,” kata Rofiyadi di madrasah, Kamis (06/8/2026).

Bagi dia, mewakili daerah ke tingkat nasional adalah kebanggaan.  
“Saya sangat senang karena bisa mewakili nama sekolah dan daerah menuju tingkat nasional,” ujarnya.

Latihan dari Sekretariat hingga Gunung


Perjalanan ke Jamnas tidak instan. Rofiyadi dan peserta lain menjalani pembinaan intensif di beberapa titik: Sekretariat Kontingen Lombok Barat di Labuapi, Training Center, Pondok Kasih Sayang Ibu di Lingsar, hingga kawasan Gunung Jae, Narmada.

Materi latihannya tidak hanya teknis kepramukaan. Mereka juga ditempa survival, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kesiapan lapangan.

“Salah satu manfaat yang saya rasakan selama mengikuti Pramuka adalah saya memiliki kemampuan survival dan public speaking. Semua itu saya dapatkan dari pembina di MTsN 2 Lombok Barat maupun pembina di Kwarcab Lombok Barat,” katanya.


Sebelum berangkat, kontingen akan mengikuti pelepasan di tingkat daerah dan provinsi.

Pesan untuk Adik Kelas

Menjelang keberangkatan, Rofiyadi menitip pesan:  
“Harapan saya kepada adik-adik di MTsN 2 Lombok Barat, terus ikuti kegiatan Pramuka. Semoga nantinya ada lagi yang bisa mengikuti jejak kami sampai tingkat nasional dan kembali membawa nama MTsN 2 Lombok Barat.”

Kepala Madrasah: Ada Proses Panjang di Baliknya

Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, mengaku bangga. Selama ini prestasi madrasah banyak di level kabupaten dan provinsi. Kini menembus nasional.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak yang sukses itu salah satu indikatornya adalah disiplin dalam belajar dan konsisten menjalankan tugas-tugas yang diberikan maupun mengikuti proses pelatihan secara rutin,” jelas Azis.

Untuk penguatan, madrasah mendatangkan pelatih senior. Latihan rutin digelar setiap sore pukul 15.00–17.30 WITA.

12 Ekskul Jadi Ruang Tumbuh


Pramuka hanya satu dari 12 ekstrakurikuler di MTsN 2. Ada juga PMR, tahfiz Al-Qur'an, kaligrafi, seni Islami, hingga karate. Siswa bebas memilih sesuai minat.

“Keberhasilan pendidikan tidak semata-mata karena kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan mengembangkan bakat dan minat di bidang nonakademik,” kata Azis.

Madrasah juga menggandeng orang tua lewat gerakan “ayah mengantar anak ke madrasah” untuk menekan pengaruh gadget dan memperkuat peran keluarga.

Harapannya: Pulang Jadi Pembina

Azis berharap setelah pulang dari Cibubur, Afifa dan Rofiyadi bisa jadi pelatih bagi adik kelasnya.  
“Kami berharap setelah pulang dari Cibubur, mereka bisa menjadi pelatih berikutnya bagi adik-adiknya. Pengalaman dan keterampilan kepramukaan yang mereka peroleh dapat ditularkan,” harapnya.

Afifa sendiri adalah putri dari H. Mustaaf dan Baiq Mastina Asnaningsih asal Desa Beleka. Orang tua terus memberi dukungan penuh hingga Afifa sukses melaju ke Jamnas XII.


Dari latihan sore yang sederhana, disiplin yang terus dijaga, hingga keberanian tampil di panggung nasional, dua siswa ini membawa pesan yang sama: prestasi tidak selalu lahir dari tempat besar, tapi dari proses yang dijalani dengan tekun. (Ramli Jamak)