Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Turnamen Sepak Bola Kakiang Cup 2026 di Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong kembali geliat sepak bola lapangan besar di daerah.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turnamen ini diikuti 31 tim yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa, mulai dari Kecamatan Tarano hingga Kecamatan Alas Barat, serta dua tim dari Kabupaten Sumbawa Barat.
Pada acara penutupan Kakiang Cup 2026, Ketua Panitia, Syarafuddin, S.Pd., menyampaikan paparan sekaligus laporan terkait pelaksanaan turnamen. Dalam kesempatan tersebut, Syarafuddin didampingi Sekretaris Panitia, Alfa Juninsyah.
Dalam paparannya, Syarafuddin menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kakiang Cup 2026 dilatarbelakangi keinginan untuk ikut memberikan ruang bagi perkembangan sepak bola lapangan besar di Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, selama ini sepak bola yang berkembang di tengah masyarakat Sumbawa lebih banyak didominasi pertandingan bola mini. Karena itu, Kakiang mencoba menghadirkan kompetisi sepak bola lapangan besar dengan skala yang lebih luas.
“Selama ini yang cukup berkembang di Kabupaten Sumbawa adalah bola mini. Tahun ini Kakiang menjadi salah satu desa yang mencoba melaksanakan event sepak bola lapangan besar seperti ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, turnamen tersebut bukan semata-mata untuk memperebutkan hadiah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap masa depan generasi muda dan pembinaan sepak bola Sumbawa.
“Ini merupakan kepedulian kami terhadap generasi muda dan masa depan sepak bola Sumbawa. Mudah-mudahan dari kegiatan seperti ini akan lahir bibit-bibit pemain yang mampu membawa nama Kabupaten Sumbawa,” katanya.
Antusiasme masyarakat Desa Kakiang terhadap turnamen tersebut juga disebut sangat tinggi. Dukungan datang dari berbagai dusun, termasuk Kakiang A, Kakiang B, Podong hingga Dusun Pangeran.
Bahkan, masyarakat secara swadaya turut membantu berbagai kebutuhan penyelenggaraan turnamen, termasuk dalam pembangunan pagar lapangan.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Mereka pencinta sepak bola. Di mana pun tim kami bermain, masyarakat Desa Kakiang selalu memberikan dukungan dan motivasi, baik dari luar lapangan maupun dalam persiapan kegiatan,” ungkapnya.
Dukungan masyarakat tersebut menunjukkan kekompakan warga Desa Kakiang dalam membangun kegiatan olahraga yang diharapkan memberikan dampak positif bagi desa maupun Kabupaten Sumbawa secara umum.
Dari sisi pembiayaan, Kakiang Cup 2026 juga menjadi salah satu turnamen sepak bola dengan nilai hadiah yang cukup besar. Total anggaran penyelenggaraan mencapai sekitar Rp127 juta.
Dana tersebut bersumber dari anggaran desa sebesar Rp50 juta, dukungan sejumlah pihak, termasuk Ibu Hajah Madalena, bantuan Bupati Sumbawa serta para donatur lainnya.
Adapun hadiah yang diperebutkan terdiri dari Rp40 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk juara kedua, dan Rp15 juta untuk juara ketiga bersama.
Selain hadiah utama, panitia juga menyediakan penghargaan individu berupa Best Player Rp1 juta dan Best Goalkeeper Rp1 juta.
Anggaran tersebut juga mencakup honor wasit dan pengawas pertandingan selama rangkaian turnamen yang mencapai sekitar Rp19,5 juta.
Sebanyak 31 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Dua tim di antaranya berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, yakni Laskar Mandiri dan Buin Banyu Ngurak, sementara tim lainnya berasal dari sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa.
Semangat sepak bola Kakiang juga tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Tim lokal Kakiang disebut memiliki catatan positif dalam sejumlah pertandingan antardaerah.
Sebelumnya, tim tersebut berhasil meraih posisi juara III dalam sebuah turnamen di Kabupaten Sumbawa Barat. Prestasi tersebut kemudian berlanjut dengan capaian lebih tinggi pada Kakiang Cup 2026.
Panitia berharap momentum tersebut dapat menjadi awal kebangkitan sepak bola lapangan besar di Kakiang sekaligus menjadi wadah pencarian bibit-bibit unggul yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan seperti ini. Dari sini kita bisa mencari bibit-bibit unggul sepak bola, khususnya sepak bola lapangan besar,” ujarnya.
Ia juga menilai peran pemerintah daerah, KONI dan PSSI Kabupaten Sumbawa sangat penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Menurutnya, sepak bola lapangan besar memiliki standar kompetisi yang lebih luas dan dapat menjadi jalur pembinaan menuju berbagai kompetisi resmi, termasuk Liga 4 maupun ajang olahraga tingkat daerah dan nasional.
“Ini sepak bola yang lengkap dan sesuai dengan kompetisi standar nasional maupun internasional. Karena itu, harus ada perhatian serius dari pemerintah, KONI dan PSSI Kabupaten Sumbawa untuk meningkatkan pembinaan sepak bola,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah tidak memandang sebelah mata potensi sepak bola di Sumbawa. Dengan pembinaan yang serius, fasilitas yang memadai dan kompetisi yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin akan lahir pemain-pemain Sumbawa yang mampu tampil di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami berharap perhatian terhadap sepak bola benar-benar ditingkatkan. Jangan hanya melihatnya sebelah mata. Kalau pemerintah daerah serius, saya yakin akan muncul generasi pemain yang nantinya bisa membawa nama Kabupaten Sumbawa, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Kakiang Cup 2026 kemudian memasuki partai puncak sekaligus penutupan pada Jumat, 21 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai, di Lapangan Sepak Bola Desa Kakiang.
Penutupan turnamen berlangsung meriah dan mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, legislatif serta masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Moyo Hilir, H. Hermansyah, MPH, yang mewakili Camat Moyo Hilir sekaligus menyampaikan sambutan pada acara penutupan.
Turut hadir Kapolsek Moyo Hilir IPTU Totok Ari Suwando, Babinsa, Kepala Desa Kakiang, Ketua BPD, perwakilan Danramil, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa H. Jabar, S.Pd., serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan olahraga masyarakat sekaligus memperkuat harapan agar Kakiang Cup dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga yang mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, besarnya dukungan berbagai pihak serta keterlibatan puluhan tim dari sejumlah wilayah, Kakiang Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi wadah pembinaan sepak bola lapangan besar yang mampu melahirkan talenta-talenta muda Sumbawa sekaligus menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali sepak bola lapangan besar di daerah. (Jhey)



0Komentar