Pendapatan daerah diproyeksi naik 1,32 persen. Penguatan PAD, digitalisasi pajak, dan penurunan stunting jadi fokus utama.


Sumbawa Besar, (postkotantb.com)  – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Sidang Paripurna I DPRD Sumbawa, Selasa (11/8/2026).

Dalam rancangan tersebut, Pemkab menargetkan pendapatan daerah Rp1,92 triliun dan belanja Rp1,93 triliun, dengan fokus utama memperkuat kemandirian fiskal serta daya saing daerah.

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyampaikan, KUA-PPAS menjadi gambaran awal arah kebijakan pendapatan, belanja, pembiayaan, dan prioritas pembangunan sebelum dibahas bersama DPRD.

Target pendapatan 2027 sebesar Rp1,92 triliun, naik Rp25,04 miliar atau 1,32 persen dari APBD 2026 sebesar Rp1,895 triliun.  
Rinciannya: PAD Rp269,78 miliar, pendapatan transfer Rp1,64 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp8,94 miliar.

PAD diproyeksi tumbuh 7,28 persen. Kenaikan didorong oleh peningkatan pajak daerah serta lain-lain PAD yang sah.

Di sisi belanja, direncanakan Rp1,93 triliun atau naik 0,89 persen. Komposisinya: belanja operasi Rp1,56 triliun, belanja modal Rp95,33 miliar, belanja tidak terduga Rp20 miliar, dan belanja transfer Rp254,11 miliar.
  
Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan penguatan kemandirian fiskal menjadi perhatian di tengah penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD).

"Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal guna mengurangi ketergantungan pada dana transfer," ujarnya.

Strateginya meliputi optimalisasi PAD, digitalisasi sistem pemungutan pajak dan retribusi, peningkatan pelayanan publik, optimalisasi aset daerah, serta sinkronisasi program daerah dengan kebijakan nasional.

Prioritas Pembangunan 2027  
Pemkab mengusung tema: “Memantapkan Daya Saing Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat melalui Penguatan SDM Unggul, Lingkungan Hijau Lestari, Pemerintahan Berkinerja, dan Peningkatan Produktivitas.”

Prioritasnya mencakup:  
- Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan  
- Percepatan penurunan stunting  
- Penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan  
- Hilirisasi produk unggulan  
- Pengembangan UMKM dan investasi  
- Peningkatan infrastruktur  
- Perlindungan lingkungan
  
Untuk 2027, Pemkab menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,93–5,20 persen, tingkat pengangguran terbuka 2,24–2,47 persen, dan tingkat kemiskinan 9,80–10,80 persen.

Bupati berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD berlangsung konstruktif.  
"Komitmen bersama ini diharapkan bermuara pada tersusunnya APBD Tahun Anggaran 2027 yang tepat waktu dan berkualitas," pungkasnya. (Jhey)