SQ: Pejabat Pemprov NTB ke Italia Tidak Masuk Akal

M. Samsul Qomar.

 POSTKOTANTB, Lombok Tengah - Keberangkatan Pejabat pemprov NTB, sebagai delegasi untuk Studi Komparasi di Negara Italia pekan kemarin, membuat Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah (PP Loteng), M. Samsul Qomar buka suara.

"Kalau polisi belajar standar keamanan mungkin. Tapi pejabat provinsi yang ke italia gak masuk akal. Mereka hanya jalan-jalan saja," singgung SQ, sapaan akrab Ketua PP Loteng dikonfirmasi, Senin (25/10).

SQ menilai, pendelegasian dua pejabat diantaranya, Kepala Dinas PUPR NTB dan Kepala RSUD NTB, sangat tidak tepat. Pasalnya, Pemprov NTB tidak bersentuhan langsung dengan persoalan Sirkuit MotoGP Mandalika, Loteng.

"Semestinya, yang pergi studi banding ke Italia itu warga Pujut. Dari kadus, kades sampai camat. Kepala dinas atau Direktur RS di Loteng juga tidak diikutsertakan. Kok pejabat Pemprov NTB yang hura-hura dan poya-poya. ada apa ini?," cetusnya.

Pihaknya juga mempertanyakan terkait legalitas keberangkatan pejabat ASN tersebut. Karena menurutnya, sebelum mengirim delegasi ke negara yang terkenal dengan julukan The Boat itu, Pemprov NTB harus mengantongi izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Kepergian seorang pejabat sekelas kadis atau lainnya menurut aturan harus mendapat izin dari kemendagri. Jangan sampai alasan urgent, lalu mengabaikan aturan yang semestinya," imbuhnya.

Sebaliknya, SQ kembali mengingatkan  soal komitmen Pemprov NTB, terkait pembebasan lahan masyarakat lingkar sirkuit. Dimana masih ada 43 Kepala Keluarga (KK) dan 7 KK masih bertahan di dalam lokasi serta di pinggiran pantai kawasan sirkuit.

Beberapa waktu lalu, lanjut dia, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, sempat berjanji di media bahwa akan membayar lahan tersebut, dengan meminjam uang ke Bank NTB syariah. Bahkan perwakilan warga sudah bertemu di pendopo Gubernur NTB dan Dirut PT Bank NTB Syariah.

"Ceritanya langsung di hitung pakai kalkulator di depan perwakilan warga dan minta waktu 10 hari. ini sudah 2 bulan tapi kok hilang cerita .Semoga sekembalinya para kadis provinsi dari italia juga menemukan cara membebaskan warga yang ada di tengah sirkuit dan pinggir pantai tersebut, bukan hanya bawa oleh-oleh untuk keluarganya saja," tandasnya.(RIN)