Dewan: Pilgub NTB Akan Menarik Jika Zul dan Rohmi Berhadapan

DISKUSI PUBLIK: Sekretaris DPRD NTB menyampaikan sambutan dalam acara Diskusi Publik, Minggu (6/6) malam.

 Mataram (postkotantb.com)- Proses politik memperebutkan Tongkat Komando NTB 1 dan 2, masih menyisahkan waktu beberapa tahun. Namun, gerakan politik berskala kecil, bersifat senyap maupun terbuka, sudah mulai terasa.

Aktifitas yang dilakukan para loyalis dari masing-masing figur bakal calon, bukan saja berupa sosialisasi pencitraan untuk jagoan yang diusung,  agar di cintai publik. Tapi juga melakukan operasi penyekatan, menghambat gerak laju lawan politik, yang dianggap berpotensi merintangi, dan berbahaya untuk kelanjutan misi besar kedepan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Abdul Rauf, ST, MM, mengatakan, momentum Pilkada NTB akan menarik, ketika Dr. H. Zulkieflimansyah, berkompetisi dengan Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

"Tanpa bermaksud mengeyampingkan keberadaan figur lain, Pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB mendatang, akan berlangsung menarik dan ketat, jika Dr. H. Zulkieflimansyah, berhadapan langsung dengan ibu Hj. Sitti Rohmi Djalilah," katanya dalam acara Diskusi Publik yang diadakan di De Jafu Cofee Pagesangan, Kota Mataram, Minggu (6/6).

Sementara itu, Sekretaris DPRD NTB, Mahdi SH, MH, menilai, mereka yang akan berlaga, nantinya merupakan tokoh-tokoh terbaik daerah. Seperti halnya ketokohan dari sosok gubernur dan wakil gubernur yang saat ini menahkodai NTB, kedua sosok ini  Dikenal cerdas dengan sejumlah ide kreatif membangun NTB.
HANGAT: Diskusi Publik berlangsung hangat dengan dihadiri perwakilan aktivis dan mahasiswa se Kota Mataram
"Calon pemimpin ke depan, selain menguasai ilmu yang mumpuni, juga harus memiliki karakter yang kuat dan berjiwa kesatria", ujar Mahdi yang sekaligus tokoh kharismatik kelahiran Bima yang juga narasumber.

Ketua Komisi Informasi (KI) NTB, Suaeb Quri, S.HI menyebut, para tokoh yang biasanya terpilih di setiap kompetisi, selain telah ditakdirkan oleh Tuhan  yang maha kuasa, juga tidak lepas dari "Trah" atau keturunan.

"Pemimpin yang dipercaya menahkodai Bumi Gora, tak bisa dilepaskan dari pengaruh keturunan (Trah). Trah yang memiliki pengaruh dengan basic massa yang kuat, berpeluang besar memegang komando utama di percaturan politik NTB,"jelasnya.

Sementara itu, Joni Junaidi selaku moderator diskusi publik mengatakan, operasi pembusukan karakter yang menyasar para figur bakal calon. Entah menimpa figur penantang, ataupun petahana, haruslah dihindari dan diwaspadai.

"Selain merusak alam demokrasi, hal demikian juga menimbulkan terjadinya polarisasi dan gesekan. Yang dikhawatirkan dapat memantik konflik ditengah masyarakat, antara loyalis atau pendukung figur yang satu dengan  massa dari figur yang lain", papar  Joni Junaidi, tokoh muda nan energik selaku Pimpinan Redaksi Media PusaranNTB.

Diskusi publik bertemakan "Dinamika Ekonomi Daerah di Tengah Covid-19, dan Konstalasi Politik Jelang Pilgub NTB", dihadiri puluhan aktifis mahasiwa, pemuda dan perwakilan Dinas Kominfotik NTB.

Acara yang digagas Media Online PusaranNTB, Selain membahas politik, dan persoalan ekonomi  dampak dari pandemi Covid-19. Juga mengangkat topik lain yang kerap terjadi ditengah warga.

Harapannya tak lain, agar lahir sebuah solusi, menjadi masukan bagi pemerintah daerah demi terwujudnya masyarakat NTB yang jauh lebih sejahtera. (RIN)