Monday, June 17, 2019

Ahsanul Khalik: Pembangunan RTG di Wilayah Gunung Sari Capai 80 Persen

Kalak BPBD NTB Ahsanul Khalik meninjau langsung pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di empat dusun di wilayah Gunung Sari
Lombok Barat (postkotantb.com)- Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di wilayah Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat mencapai 80 persen. Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahsanul Khalik saat meninjau pembangunan RTG di sejumlah tempat di Kecamatan Gunung Sari, Senin (17/6).

Didampingi sejumlah fasilitator, Ahsanul mengunjungi pembangunan RTG di  empat Dusun yakni Dusun Medas Desa Timur, Dusun Medas Desa Barat, Dusun Kapek Atas dan Dusun Kapek Bawah. Di empat dusun ini terdapat 23 Pokmas dengan 341 KK, dan disini dibangun dua jenis Rumah Tahan Gempa, yaitu Riko (Rumah Instan Konvensional) dan Risba (Rumah Instan Baja). 

Peninjauan pembangunan RTG di Kecamatan Gunung Sari ini karena wilayah tersebut merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana gempa bumi, di kabupaten Lombok Barat.


Lokasi pertama yang beliau kunjungi adalah Dusun Medas Desa Timur dan Medas Desa Barat. Di lokasi ini total 18 rumah yang pengerjaannya sudah sampai penyelesaian atap dengan rata-rata progress pengerjaan sudah mencapai 80 persen. Selepas dari Medas Desa Timur, Ahsanul menuju Pokmas Nirmala di Dusun Medas Desa Barat. Di wilayah pokmas tersebut pembangunan huntap juga berjalan dengan baik, bahkan 13 rumah di antaranya dibangun menggunakan bata ringan yang dikirimkan langsung dari Surabaya. 

"Budget yang dihabiskan hanya sepertiga lebih banyak dari bata merah", jelas Koordinator Fasilitator Desa Gunung Sari, Setiawaty Bachtiar. Pembangunan rumah model RTG khususnya yang menggunakan bahan bata ringan pun menjadi referensi masyarakat setempat yang tidak terdampak gempa dalam membangun rumah baru di lingkungan mereka. Bertolak menuju Dusun Kapek Atas, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB pun mengunjungi lokasi pembangunan RTG jenis RISBA (Rumah Instan Baja) di salah satu Pokmas. Di lokasi tersebut, sejumlah rumah Risba juga sudah mulai rampung. "progress pengerjaan Risba tinggal pengecatan saja", tutur salah satu fasilitator.

Meskipun hanya didampingi oleh 7 Fasilitator, kegiatan rehab rekon ujar Ahsanul tetap berjalan dengan progress rata-rata sudah mencapai 80 persen. Kepala pelaksana BPBD Provinsi NTB pun tidak menafikkan adanya kendala di lapangan. "Mari kita bahu membahu untuk percepatan, kebersamaan adalah kata kuncinya karena dalam kondisi seperti saat ini, semua harus saling mengisi, bukan berarti kita menafikan masalah yang tentu ada saja di lapangan, dan masalah itu juga bisa kita selesaikan kalau ada kebersamaan", pungkasnya.(RZ)

No comments:

Post a Comment